| Ke tiga pelukis
yang memperlihatkan karyanya, yaitu Paul Husner, Mario Blanco,
dan Pupuk Daru Purnomo, memiliki pendekatan yang serupa dalam
proses melukis dengan menggunakan obyek. Paul
Husner biasanya memulai dengan membuat sketsa dari obyeknya
langsung di atas kanvas, dan melukisnya setelah itu. Mario
Blanco lebih suka langsung melukis di kanvas, sementara Pupuk
membuat dulu sketsa di atas kertas, dan setelah itu baru dipindah
ke dalam lukisan. Apapun caranya, masing-masing menghasilkan
karya-karya cemerlang yang memiliki karakter serta gaya berbeda.
Karakter yang sangat kuat dalam lukisan-lukisan Paul Husner
tampil melalui garis-garis bentuk yang kuat, warna-warna cemerlang,
dan komposisi kreatif. Sedangkan karya-karya still-life dari
Mario Blanco memukau lewat permainan warna-warna hangat yang
saling mendukung, tanpa garis bentuk yang jelas. Seperti ayahnya,
Mario pun memiliki gaya yang khas, yaitu memadukan setiap
lukisan dengan bingkai yang merupakan karya seni tersendiri.
Pelukis Pupuk menunjukkan kekuatannya melalui goresan-goresan
kuas artistik yang menghasilkan karya-karya dengan komponen
yang dominan. Kepekaannya menangkap situasi atau suasana kota
dari sudut pandang terbaik sungguh menakjubkan, sementara
usahanya untuk mengimbuhkan elemen fantasi ke dalam obyek-obyek
lain juga patut dikagumi.
Saya percaya bahwa komunitas pencinta seni akan mengapresiasi
dan menikmati karya-karya yang dipamerkan, dan saya pun yakin
Paul Husner, Mario Blanco, dan Pupuk Daru Purnomo memiliki
peluang besar untuk mencapai progres lebih lanjut. Saya ingin
sekali melihat karya-karya mereka selanjutnya.
|