Angki Purbandono  GDE Krisna W  Indieguerillas  Irfan Winoto  Iswanto  Nasirun  Uji Handoko  Wedhar Riyadi  close
 
 
 
19 - 21 Desember 2008
GarisArt Space

Jawa Baru
 

Lobby of Pantarei
Jl. R.S. Aini, Kav. 45
Setiabudi - Jakarta 12920
T: +62 21 5201502
F: +62 21 5201503

Acara Pembukaan :

Tanggal : 19 Desember 2008
Waktu: 11.00 - 18.00 WIB

Pameran akan di buka oleh :
Hermanto Soerjanto

   
     
 
“GLOBALISASI” adalah sebuah kata yang belakangan ini menjadi sangat populer di segala bidang. Ada globalisasi ekonomi, globalisasi informasi, dan salah satunya adalah GLOBALISASI BUDAYA. Memang di tengah gencarnya perkembangan teknologi informasi yang kian canggih dewasa ini, dominasi budaya barat semakin menancapkan kukunya di dunia. Dan sebagai anggota dari GLOBAL SOCIETY, mau tidak mau, kita harus mengadaptasi budaya barat dalam budaya kita. Namun saya percaya bahwa hal itu bukan berarti kita harus meninggalkan budaya kita dan menggantinya dengan budaya barat. Saya percaya bahwa seharusnya kita menggunakan pengaruh budaya asing tersebut untuk memperkaya budaya kita sendiri. Dengan demikian budaya kita akan muncul sebagai budaya yang unik dan memiliki daya saing di dalam GLOBAL SOCIETY.
 
 
  poster_081219_b.jpg  
 
 

Seni sebagai produk dari sebuah budaya tidak lepas dari cara kita memandang dan menyikapi budaya itu sendiri. Seni yang mampu mengawinkan akar kesenian budayanya sendiri dengan pengaruh budaya seni baratlah yang mampu untuk mendunia. Sebagai contoh, Antonio Carlos Jobim dan kawan-kawan mampu menterjemahkan musik tradisional Brazil, Samba, ke dalam musik Jazz, yang kemudian menghasilkan sebuah aliran musik baru yang mereka namakan Bozanova.

Contoh lain, di bidang seni rupa dapat kita saksikan bagaimana CAI Guo-Qiang mengangkat seni lukis tradisional China dalam bentuk dan teknik yang sangat kontemporer dengan menggunakan bubuk mesiu sebagai media berkeseniannya. Satu contoh lain dari dalam negeri, Heri Dono berhasil mengangkat wayang ke dalam bahasa seni global. Dan saat ini, Heri Dono merupakan sedikit dari seniman Indonesia yang dihormati di luar negeri.

Saya percaya seni tradisional kita adalah sebuah ‘senjata pamungkas’ untuk memperjuangkan seni kontemporer Indonesia masuk ke dalam peta seni dunia. Lewat pameran ini Garis Art Space menyatakan komitmennya dalam mendukung perkembangan seni kontemporer Indonesia yang berbasis pada seni dan budaya daerah.

Sebagai bukti dari komitmen kami, Garis Art Space mengajak para seniman dan pencinta seni untuk melihat dan mendalami kembali kesenian tradisional kita lewat pameran seni rupa JAWA BARU ini. Mudah-mudahan pameran ini dapat kita lanjutkan secara rutin setiap 2 tahunan.l

-Hermanto Soerjanto-